Gradasinews.id– Pagi belum sepenuhnya merekah—udara masih membawa kesejukan—ketika aroma kacang tumbuk menemani langkah kaki pencinta kuliner. Di pinggir Jalan Hayam Wuruk, persis di depan patung ayam jago dan Hutan Kota (HUKO) Trenggalek, berdiri Warung Pecel Patung Jago milik Mbok Darmi. Sekilas biasa, namun kelezatan sambal kacangnya… benar-benar “nendang”.

Warung yang Tak Pernah Absen dari Pagi Warga Trenggalek
Warung Mbok Darmi buka sejak pagi sekitar pukul 06.30 hingga pukul 16.30 sore hari seolah tak pernah merasakan libur. Satu porsi pecel dihargai sekitar Rp 12.000: sepiring nasi hangat, sayur segar, sambal pecel yang kental menggoda, peyek kacang renyah, tempe, dan lebih nikmat jika ditambah sambal kacang andalan. Ketika menyantap, rasanya seperti menemukan harmoni sempurna antara gurih, pedas, manis, dan tekstur yang sungguh menenangkan lidah.
“Warung buka setiap hari mas, selalu jadi jujugan yang mau berangkat kerja. Yang olahraga pagi juga, biasane langsung mampir sini,” ujar Mbok Darmi ramah sambil menatap pengunjung yang datang mengayuh sepeda untuk sekadar mampir dan mengisi tenaga.
Kenangan Seporsi Pecel yang Tak Lekang oleh Waktu
Bagi Yeni, 22 tahun, warga Surodakan Trenggalek yang kerja diluar kota, warung ini adalah bagian dari memorinya sejak kecil. “Dulu waktu SMA, setiap hari minggu setelah gowes bareng komunitas selalu mampir sarapan pecel di sini. Biasanya saya pesan dengan sate telur puyuh,” kenangnya sambil tertawa rindu.
Yuda, mahasiswa yang sedang pulang kampung dari Surabaya, juga tak melewatkan kebiasaan mampir ke warung Mbok Darmi. “Setiap kali pulang ke Tugu, pasti selalu mampir dulu dan pesan pecel dengan sate telur. Rasanya seperti pulang ke rumah,” katanya sambil mencicip seporsi hangat yang menggoyang selera.
Kelezatan dalam Simplicity yang Mengundang Hati
Tak hanya untuk makan di tempat, Mbok Darmi ramah menerima pesanan dibungkus. Yeni, pelanggan langganan, sering membawa pulang seporsi untuk keluarga. “Pecelnya enak, orang rumah selalu minta bungkus,” ucapnya sambil tersenyum.
Walau tersedia tempat duduk, warungnya kerap penuh, hingga Mbok Darmi menyediakan tikar untuk pelanggan yang ingin duduk santai di tenda area parkir hutan kota. Suasana sederhana ini semakin lengkap dengan pemandangan asri jalanan dan hutan kota, menjadikan waktu makan lebih dari sekadar mengisi perut, tapi juga menghangatkan hati.
Warung Pecel Patung Jago milik Mbok Darmi bukan hanya soal lauk murah dan cepat. Ia adalah wujud cinta, nostalgia, dan keahlian sederhana yang menjaga tradisi kuliner Trenggalek tetap hidup. Dari sambal kacang yang “nendang”, hingga keramahan yang menghanyutkan, warung ini adalah destinasi rasa yang mengingatkan kita: kebahagiaan sering datang dari hal sederhana.



