Gradasinews.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mulai 17 September 2025 resmi menyediakan empat kantong parkir gratis di sejumlah titik strategis. Program ini diprakarsai langsung oleh Bupati Mochamad Nur Arifin atau akrab disapa Mas Ipin, sebagai upaya menciptakan wajah kota yang lebih atraktif dan ramah pejalan kaki.
Empat Lokasi Parkir Gratis
Kantong parkir yang digratiskan Pemkab berada di:
- Halaman Parkir Jwalita Plaza, Jalan Panglima Sudirman.
- Pasar Pon, Jalan Panglima Sudirman.
- Terminal Durenan, Kecamatan Durenan.
- Pantai Prigi 360, Kecamatan Watulimo.
Mas Ipin menegaskan, kebijakan ini lahir sebagai jawaban atas keluhan masyarakat terkait maraknya parkir liar di trotoar maupun bahu jalan yang mengganggu kenyamanan publik.
“Penertiban parkir di atas trotoar, penggunaan ruang parkir yang tidak teratur di sepanjang jalan harus diterbitkan. Untuk itu, kami menggratiskan kantung parkir di luar ruang milik jalan,” ujar Mas Ipin, dalam pers rilis di gedung Smart Center Trenggalek pada Selasa (16/9/2025).
Trenggalek Sebagai Kota Atraktif dan Inklusif
Pemkab tidak hanya ingin menertibkan parkir, tapi juga menghadirkan ruang kota yang inklusif bagi semua kalangan. “Harapannya bisa menambah ruang untuk jalur sepeda, syukur-syukur jalur sepedanya bisa terproteksi,” tambahnya.
Program ini sekaligus mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yang menekankan pembangunan kota atraktif, ramah pesepeda, difabel, lansia, hingga pejalan kaki.
Pengawasan Serius dan Upaya Pencegahan Pungli
Untuk memastikan program berjalan sesuai harapan, Mas Ipin menekankan pentingnya pengawasan dari Dinas Perhubungan (Dishub). “Saya minta Dishub memastikan tidak ada pungli dan parkir liar di lokasi tersebut,” tegasnya.
Selain itu, evaluasi rutin akan dilakukan untuk mengukur efektivitas program. Jika terbukti membawa dampak positif, lokasi parkir gratis kemungkinan akan diperluas.
Kebijakan empat kantong parkir gratis ini diharapkan mampu mengurangi parkir liar, memperlancar lalu lintas, serta mengembalikan trotoar kepada pejalan kaki. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Trenggalek menuju kota yang lebih atraktif, inklusif, dan tertib.





