Example 728x250
Lifestyle

“Otrovert”: Kepribadian Baru di Antara Introvert dan Ekstrovert

×

“Otrovert”: Kepribadian Baru di Antara Introvert dan Ekstrovert

Sebarkan artikel ini
Gambar by: shelley_shang/Pixabay

Gradasinews.id – Selama ini kita mengenal tiga tipe kepribadian utama: introvert, ekstrovert, dan ambivert. Namun belakangan, istilah baru bernama “otrovert” mulai ramai diperbincangkan, terutama di media sosial.

Istilah ini bukan sekadar tren internet. Psikiater asal Amerika Serikat, Rami Kaminski, menyebut otrovert sebagai tipe kepribadian langka yang memadukan sifat introvert dan ekstrovert, tetapi dengan karakter unik yang membedakannya.

Apa Itu Otrovert?

Secara sederhana, otrovert adalah orang yang bisa dengan mudah berbaur di kelompok besar, bahkan terlihat ramah dan populer. Namun, di sisi lain, mereka tetap merasa seperti “orang luar” dalam komunitas tersebut.

“Otrovert sangat ramah dan mampu menjalin hubungan mendalam dengan orang lain. Satu-satunya perbedaan sosial terjadi pada kurangnya koneksi dengan kelompok, yaitu identitas kolektif atau tradisi bersama,” jelas Kaminski, dikutip dari LA Dible.

Menurutnya, orang dengan kepribadian otrovert cenderung:

  • Nyaman dalam hubungan personal, bukan hubungan kelompok.
  • Tidak peduli apakah orang lain terkesan atau menolak mereka.
  • Merasa ‘berbeda’ sejak dini dalam kelompok mana pun.
  • Tetap populer dan diterima, meski sulit benar-benar menyatu dalam sebuah komunitas.

Tokoh Dunia dengan Kepribadian Otrovert

Menariknya, Kaminski menyebut sejumlah tokoh dunia seperti Albert Einstein, Virginia Woolf, dan Franz Kafka memiliki ciri-ciri otrovert. Mereka dikenal sebagai sosok brilian dan berpengaruh, namun sering merasa terasing dari lingkungannya.

Viral di Media Sosial

Di Indonesia, istilah ini makin ramai sejak diangkat akun Instagram @adabtivclan, yang membagikan infografis mengenai otrovert. Unggahan tersebut memperlihatkan sisi unik otrovert: bisa berbaur, ramah, namun tetap merasa outsider. Konten ini langsung disukai puluhan ribu warganet dan memicu diskusi panjang di kolom komentar.

Relevansi dengan Kehidupan Modern

Fenomena otrovert bisa jadi cerminan generasi sekarang yang akrab dengan dunia digital. Banyak orang mudah terhubung di ruang sosial media, tetapi tetap merasa asing dalam ikatan komunitas nyata. Psikolog menilai, mengenali kepribadian semacam ini penting untuk memahami cara beradaptasi, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun kehidupan sehari-hari.